makalah ilmu budaya dasar


Makalah
ILMU SOSIAL BUDAYA DASAR
MANUSIA DAN KEGELISAHAN
Kelompok 7
Oleh:
Elisa Triyana Lase               21030111120034
Siti Anisah                           21030111120041
                                    Alfin Ferdiawan                    21030111130137
                                    Alviano Fatuchrohman          21030111130144    
                                    Ellen Gustiasih M                 21030111140177
TEKNIK KIMIA FAKULTAS TEKNIK
UNIVERSITAS DIPONEGORO
SEMARANG
2012

BAB I
PENDAHULUAN
1.1  Latar Belakang
Selama hidupnya, manusia pasti pernah mengalami kegelisahan baik intensitasnya sering ataupun jarang, apalagi di era globalisasi seperti saat ini yang membutuhkan tingkat kompetitifitas yang tinggi untuk hidup di dalamnya. Kegelisahan sudah menjadi hal yang lumrah dialami oleh setiap individu manusia. Gelisah dalam bahasa sehari-hari anak teknik kimia kita sebut galau ini, akan mulai muncul saat laporan-laporan praktikum belum di ACC, Sedangkan laporan yang lain sudah didepan mata. Untuk itu beruntung sekali kami mendapatkan bagian materi ini dengan harapan dapat membantu temen-teman untuk memahami arti kegelisahan(kegalauan), hal yang menyebabkan kegelisahan, dan cara-cara mengatasi kegelisahan.
1.2  Tujuan
1.      Memenuhi tugas mata kuliah Ilmu Budaya Dasar
2.      Belajar kaitannya manusia dan kegelisahan
3.      Mengambil hikmah dari materi ini  sehingga menjadi manusia yang lebih baik












BAB II

PEMBAHASAN


1.      Macam-macam definisi Kegelisahan
a.       Kegelisahan secara Umum dalam buku IBD karya Drs. Joko Tri Prasetyo diartikan sebagai suatu kondisi dimana orang menghadapi halangan atau rintangan dalam mengatasi rintangan tersebut. Pada hakekatnya kegelisahan menunjukan pada motivasi yang terhalang dan dalam keadaan yang tak terpuaskan.
b.      Menurut para ahli jiwa, kegelisahan merupakan kondisi hidup manusia, atau sebagai “kawan akrab” yang memberi setimulus kepada tingkah laku manusia. Kegelisahan yang tak terhindarkan disebabkan oleh kompleksitas manusia, lingkungan dimana ia tinggal, dan keterbatasan fisik dan jiwanya.
2.      Makna kegelisahan
Kegelisahan berasal dari kata gelisah. Gelisah artinya rasa tidak tentram dihati atau merasa selalu khawatir, tidak dapat tenang (tidurnya), tidak sabar lagi (menanti), cemas dan sebagainya. Tidak lain dari semua itu adalah reaksi natural psikologis dan phisiologis akibat ketegangan saraf dan kondisi-kondisi kritis atau tidak menyenangkan. Pada masing-masing orang terdapat reaksi yang berbeda dengan yang lain, tergantung faktor-faktornya, dan itu wajar. Sebab-sebab orang gelisah adalah karena pada hakekatnya orang takut kehilangan hak-haknya. Hal itu adalah akibat dari suatu ancaman, baik ancaman dari luar maupun dalam. Alasan mendasar mengapa manusia gelisah Karena manusia memiliki hati dan perasaan.
Manusia suatu saat dalam hidupnya akan mengalami kegelisahan.Kegelisahan ini,  apabila cukup lama hinggap pada manusia, akan menyebabkan suatu gagguan penyakit. Kegelisahan yang cukup lama akan menghilangkan kemampuan untuk merasa bahagia.
3.      Kegelisahan berdasarkan sifatnya
a.       Bersifat murni      : yaitu merasa gelisah tanpa mengetahui kegelisahannya, seolah-olah tanpa sebab.
b.      Bersifat terapan    :   yaitu terjadi dalam peristiwa kehidupan sehari- hari, seperti kegelisahan orang tua karena anaknya belum pulang sampai malam.
4.      Perasaan cemas menurut Sigmaound Freud ada tiga macam, yaitu:
1.      Kecemasan obyektif. Kegelisahan ini mirip dengan kegelisahaan terapan, seperti anaknya yang belum pulang, orang tua sakit keras, dan sebagainya.
2.      Kecemasan neurotik(saraf). Hal ini timbul akibat pengamatan tentang bahaya dari naluri. Contohnya dalam penyesuain diri dengan lingkungan, rasa takut yang irrasional semacam fobia, rasa gugup dan sebagainya.
3.      Kecemasan moral. Hal ini muncul dari emosi diri sendiri seperti perasaan iri, dengki, dendam, hasud, marah, rendah diri, dan sebagainya.
5.      Usaha- usaha mengatasi kegelisahan
                   Mengenai mengatasi kegelisahan ini pertama-tama harus mulai dari diri kita sendiri, yaitu kita harus bersikap tenang. Dengan sikap tenang kita dapat berpikir tenang, dan segala kesulitan dapat kita atasi. Dengan ketenangan ini orang yang mengancam kita mungkin akan mengurungkan niatnya. Dalam ajaran islam manusia diperintahkan untuk meningkatkan iman, taqwa, dan amal sholeh seperti difirmankan:” Sesungguhnya manusia diciptakan bersifat keluh kesah lagi kikir; apabila ditimpa kesusahan, ia berkeluh kesah, tapi bila mendapat kebaikan, ia amat kikir kecuali orang-orang yang mengerjakan sholat, membagi hartanya dan orang-orang yang takut terhadap hari pembalasan dan azab Tuhannya” (Q.S. Al-Ma’aarij : 19-27)
Hanya dengan cara mendekatkan diri kepada tuhan, maka hati gelisah manusia akan hilang. mendekatkan diri bukan hanya dengan cara vertikal tetapi juga secara horizontal.









BAB III
PENUTUP
III.1 Kesimpulan

1. Kegelisahan berasal dari kata gelisah, artinya resah, rasa tidak tentram, rasa selalu khawatir, tidak tenang tidurnya, tidak sabar menunggu. Cemas dan sebagainya.
2. Menurut Sigmond Freud ada tiga macam kecemasan.
3. Sebab- sebab kegelisahan pada hakekatnya ialah karena takut akan kehilangan, hak  nama baik, dan sebagainya.
4.  Untuk mengatasi kegelisahan, kita harus bersikap tenang dan pasrah serta berlindung kepada kekuasaan Tuhan.

III.2 Saran
1.      Tata dengan rapi kehidupan yang dijalani ini.
2.      Jangan menunda pekerjaan.
3.      Tanamkan komitmen dalam diri.
4.      Apabila datang kegelisahan bersegeralah menghadap kepada Tuhan.
5.      Jauhkan diri dari sikap pendiam selalu semagat, senyum dan ceria.





















DAFTAR PUSTAKA
             Prasetyo, joko Tri, Drs., Ilmu budaya Dasar, Rineka Cipta. Jakarta,2004.
Http://nothingwrongwithmylongblackhair. Wordpress.com/2010/05/24/manusia-dan-kegelisahan/
Http://manusia dan kegelisahan. Whay world’s. Blogspot.com









































0 komentar:

Posting Komentar